Hari ini, lembaran baru perjalanan hidupku akan dimulai. Semoga kutelah banyak mengambil pelajaran dari lika-liku perjalanan dakwah kita teman. Belajar dari artikel KH, Rahmat Abdullah di salah satu cuplikan karyanya dalam "Indibath, keteguhan atas Konsistensi, Warisan Sang Murabbi" Ketika beliau menceritakan bagaimana teguhnya sekawanan semut dalam memegang konsistensi mereka ketika ada makanan lain yang ada di jalur yang sebelumnya telah mereka buat, mereka tidak akan terprovokasi walaupun banyak cokelat ataupun gula yang melewati jalur makan mereka.Seharusnya kita banyak belajar dari sekawanan semut yang memiliki intuisi yang kuat dan tidak mudah terprovokasi akan gangguan2 diluar. Mereka tak bersuara tapi mereka bekerja, hal ini yang kadang kita lupakan. Kita lebih menjunjung apa yang keluar dari lisan kita dibandingkan apa yang kita hasilkan dari kerja keras kita. Semoga lembaran baru ini dapat menguatkanku seperti seekor semut yang teguh, yang banyak bekerja tanpa bersuara, sesungguhnya kita lebih baik tersembunyi tetapi bermakna bagi orang lain, ketimbang kita nampak tapi tak berguna bagi orang lain.Minggu, 21 Februari 2010
Mereka tak bersuara tapi Mereka bekerja
Hari ini, lembaran baru perjalanan hidupku akan dimulai. Semoga kutelah banyak mengambil pelajaran dari lika-liku perjalanan dakwah kita teman. Belajar dari artikel KH, Rahmat Abdullah di salah satu cuplikan karyanya dalam "Indibath, keteguhan atas Konsistensi, Warisan Sang Murabbi" Ketika beliau menceritakan bagaimana teguhnya sekawanan semut dalam memegang konsistensi mereka ketika ada makanan lain yang ada di jalur yang sebelumnya telah mereka buat, mereka tidak akan terprovokasi walaupun banyak cokelat ataupun gula yang melewati jalur makan mereka.Seharusnya kita banyak belajar dari sekawanan semut yang memiliki intuisi yang kuat dan tidak mudah terprovokasi akan gangguan2 diluar. Mereka tak bersuara tapi mereka bekerja, hal ini yang kadang kita lupakan. Kita lebih menjunjung apa yang keluar dari lisan kita dibandingkan apa yang kita hasilkan dari kerja keras kita. Semoga lembaran baru ini dapat menguatkanku seperti seekor semut yang teguh, yang banyak bekerja tanpa bersuara, sesungguhnya kita lebih baik tersembunyi tetapi bermakna bagi orang lain, ketimbang kita nampak tapi tak berguna bagi orang lain.Sabtu, 20 Februari 2010
Pesan ku padamu sahabat
Teringat pesan singkat seorang sahabat kepadaku :
Dia berkata, Bagaimana mungkin seorang mukmin merasa sedih dan berputus asa dalam hidupnya sedangkan ia memiliki Allah dalam hidupnya, yang dia mencintaiNya dan Allah lebih mencintainya, yang selalu menjaganya di pagi hari, siang, sore dan malam harinya dan mellihat dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang.
Tetapi aku berkata kepadanya :
Bagaimana mungkin seorang mukmin terus bahagia ketika dakwah sudah tak menjadi tujuan hidupnya, dan bagaimana seorang mukmin tidak menangis ketika kefuturan menggerogoti imannya..
Dia berkata, Bagaimana mungkin seorang mukmin merasa sedih dan berputus asa dalam hidupnya sedangkan ia memiliki Allah dalam hidupnya, yang dia mencintaiNya dan Allah lebih mencintainya, yang selalu menjaganya di pagi hari, siang, sore dan malam harinya dan mellihat dengan penuh rasa cinta dan kasih sayang.
Tetapi aku berkata kepadanya :Bagaimana mungkin seorang mukmin terus bahagia ketika dakwah sudah tak menjadi tujuan hidupnya, dan bagaimana seorang mukmin tidak menangis ketika kefuturan menggerogoti imannya..
Bagaimana kabar kalian??
Bagaimana kabar angin ketika kita mulai tak merasakan hembusannya??Bagaimana kabar awan ketika terik matahari menyembunyikan senyumnya??
Bagaimana kabar dunia ketika penghuninya sudah tak ingat lagi akan arti hidupnya??
maka aku akan menjawab:
angin akan baik2 saja, dan akan kembali sebelum engkau merindukan nya kembali
begitu juga awan , dia akan tetap baik2 saja hingga butiran2 hujan telah membuatnya kembali tersenyum..tapi tidak dengan dunia,, dia akan menangis karna sudah terlalu lelah dilupakan dan tidak dihiraukan,,
Langganan:
Entri (Atom)
