Pelajaran HIV dan AIDS Masuk Kurikulum
Waspada, November 11, 2009
BANDA ACEH – Departemen Agama (Depag) Provinsi Aceh komit memasukkan pelajaran tentang HIV dan AIDS ke semua tingkatan serta jenjang pendidikan di sekolah yang dikelola Kanwil Depag.
Kakanwil Depag Provinsi Aceh, A Rahman TB, tadi malam, mengatakan, selain masuk kurikulum sekolah agama, 998 orang penyuluh agama yang tersebar di seluruh kab/kota di Provinsi Aceh juga dibekali pengetahuan tentang HIV dan AIDS.
“Tidak hanya itu, para khatib yang menyampaikan khutbah Jumat di masjid-masjid, remaja masjid, para guru yang mengaji di majelis taqlim diberi ilmu tentang HIV dan AIDS, guna diteruskan kepada masyarakat. Kalau ini bisa sampai kepada yang kita tuju, kalau pun tidak 100 persen, ya sekira 70 persen bisa tercapai sasaran,“ sebutnya.
Menanggapi adanya HIV dan AIDS di Aceh setelah (pasca) tsunami, disebabkan bebasnya orang-orang asing dari negara donor, menurutnya, persoalannya bukan siapa orang yang datang membawa virus, tapi siapa orang yang menerima.
Menurutnya, memasukkan pelajaran seks dan HIV/AIDS ke dalam kurikulum pendidikan, diibaratkan sepeti orang tahu itu duri, maka pasti menghindarinya agar tidak terkena.
Begitu juga dengan mengajarkan pendidikan tentang bahayanya narkoba dan HIV/AIDS, akan berdampak positif tentang pencegahannya, karena anak didik sudah tahu bahaya.
“Ini salah satu sarana efektif untuk menekan angka penyebaran virus HIV/AIDS di masyarakat,“ katanya.(dat07/waspada)
diunduh dari sini nih...

0 komentar:
Poskan Komentar